Friday, 27 April 2018

PPDB SDIT AL MU'MIN 2018/2019 BEBERAPA HARI LAGI, BURUAN DAFTAR JANGAN SAMPAI MENYESAL


Memilih sekolah di Jakarta memang gampang-gampang susah, tetapi memilih sekolah yang berkualitas, ada hafalan Al Qur'annya, Gedung yang bagus, pelajaran agama dan akademiknya sama sama maju, juga pendekatan dalam KBM yang asyik... benar benar susah di Kawasan Kelapa Gading. Dan semua itu akan Anda dapatkan bila putra putri Anda mendaftar ke SDIT AL MU'MIN KELAPA GADING.

Tepatnya 12 Mei 2019 Insya Allah akan diadakan tes Gelombang IV Siswa Baru dan Pindahan.

SDIT AL MU'MIN berada di kawasan Elit Kelapa Gading yang merupakan PUSAT BISNIS di Jakarta, khususnya Jakarta Utara. Kini Kelapa Gading tertata baik dan berkembang pesat. Bahkan pemerintah Jakarta Utara hendak menjadikan Kelapa Gading seperti Singapura segala kebutuhan ada.



Sunday, 3 September 2017

DI HARI RAYA KURBAN 1438 H SISWA SDIT AL MU'MIN LOMBA MEMASAK SATE

Hari Raya Idul Adha 1438 H sudah berlalu beberapa hari lalu, biasanya dua minggu sebelumnya di Jakarta ditandai dengan banyknya kandang-kandang kambing di tepi jalan yang menjual kambing atapun sapi kurban.

Di sebuah SD swasta di Jakarta Utara, tepatnya di kawasan Kelapa Gading juga digelar penyembelihan hewan kurban dan infaq kurban.

Pemotongan Kambing Kurban


Pembakaran sate praktis



Sebuah sekolah di dalam komplek Al Mu’min Centre, yaitu SDIT Al Mu’min pada tanggal 11 Zulhijjah 1438 H, menggelar acara penyembelihan hewan kurban dan infaq kurban. Ada hal unik yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di acara ini.

“Tahun ini sekolah kami selain menyelenggarakan kegiatan kurban juga ada perlombaan Membuat Sate antar kelas, dan tujuan dari perlombaan ini adalah agar siswa bisa memasak daging kurban dengan baik, tidak hanya makan saja tetapi harus bisa memasaknya” Ujar Bu Sam’ah selaku ketua panitia.

Penjurian




Orang tua murid dan FSOG (Forum Silaturahim Orang Tua dan Guru) sangat mendukung dengan adanya kegiatan ini, dikarenakan ini termasuk sesuatu yang unik yang bisa membuat siswa lebih mandiri, dan menambah pengetahuan dalam memasak sate yang merupakan kuliner Indonesia yang sudah mendunia.

Santai selepas penyembelihan kurban dan lomba memasak sate


“Awalnya saya masih bingung matengnya sate seperti apa, dan gosongnya sate seperti apa, tapi lama lama sate di kelas kami empuk dan enak” Ucap Livana Djusmaniar salah satu siswa dengan lugunya.


Acara terbilang sukses, dan hadiah juara akan diumumkan hari Selasa ba’da sholat dhuhur. Cn

Thursday, 8 June 2017

PRESTASI SISWA SDIT AL MU'MIN KEMBALI MELEJIT

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Berkah ramadhan dirasakan oleh semua orang, baik muslim maupun non muslim, baik di kota maupun di desa, baik di gunung maupun di laut. 

Baru tadi pagi SDIT AL MU'MIN Kelapa Gading menerima keberkahan ramadhan juga, yaitu dua orang siswa kembali mengharumkan nama baik sekolah, yaitu memborong piala, dalam rangka Lomba Ramadhan Ceria yang diadakan kerjasama antara KWARRAN GERAKAN PRAMUKA KELAPA GADING DAN KELOMPOK KERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (KKG-PAI KELAPA GADING).

Piala Prestasi Siswa/i SDIT AL MU'MIN

Rombongan Kontingen SDIT AL MU'MIN

SPANDUK LOMBA


Piala

Ismail Juara II Lomba Kaigrafi

Walaupun acara diadakan di bulan ramadhan, dimana peserta dan panitia dalam keadaan puasa, tetapi acara berlangsung dengan lancar, meriah, ceria dan khidmad. Ada beberapa lomba yang digelar yaitu, Lomba Kaligrafi Asmaul Husna, MTQ, Pidato dan Lomba Adzan. Ketika diwawancara, salah satu juri mengatakan bahwa anak-anak semua sangat semangat dalam mengikuti lomba.

Kali ini presetasi SDIT AL MU'MIN kembali melejit, dari empat kontingen yaitu (Ismail, M. Faros, Afrah dan M Wafi) kami memborong piala untuk Ismail Juara II Lomba Kaligrafi Asmaul Husna, Afrah Juara II Lomba Pidato.

Saat ini di SDIT Al Mu'min sedang membuka pendaftaran siswa baru dan pindahan, dan untuk kelas 1 dibuka 2 kelas. Cn

Friday, 5 May 2017

SISWA SDIT AL MU'MIN ANTUSIAS MENGIKUTI MABIT

Tak terasa bulan ramadhan yang kita nanti-nantikan semakin dekat saja, tinggal hitungan hari, dimana mana sudah mulai beredar spanduk "Marhaban Yaa Ramadhan". Bahkan pengurus masjid sudah mulai membuat jadwal Imam tarawih dan Penceramah tarawih.


Hari ini, di sebuah sekolah di Jakarta Utara yaitu di SDIT AL MU'MIN Kelapa Gading sedang digelar MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) 5-6 Mei 2017 untuk siswa kelas V dan VI. 

"Program MABIT kali ini adalah memperdalam hafalan Al Qur'an siswa kelas 5 dan 6, mengejar hafalan yang tertinggal dan menambah hafalah satu lembar Al Qur'an" dikatakan Bapak Imam Wahyudi, S.Si dalam sambutan pembukaannya.

Antusiasme siswa dalam mengikuti acara ini sangatlah besar sekali, ketika salah satu peserta ditanya bagaimana komentarnya tentang acara ini, Alfahriyudha menjawab "Saya senang sekali Pak, dengan adanya acara ini hafalan saya jadi bertambah dan saya berharap acara seperti ini bisa diadakan sesering mungkin soalnya saya bercita cita menjadi penghafal Al Qur'an".

"Acara MABIT ini diprogramkan dalam setahun untuk kelas VI 3 kali, Kelas V 1 kali sedangkan untuk kelas I s. d IV diadakan ketika acara Muqoyyam Al Qur'an di Puncak Bogor dalam waktu dekat dan tujuan acara ini adalah siswa bisa menghafal Al Qur'an secara Mut'in (hafal diluar kepala/sangat hafal)" tambah Pak Imam selaku Kepala SDIT AL MU'MIN Kelapa Gading.

Tidak hanya itu malam ini juga ada Qiyamul Lail berjamaah.(Cn)


Tuesday, 25 April 2017

Tim Monitoring Pengawas Agama Islam Kementerian Agama Jakarta Utara tiba tiba hadir di SDIT Al Mu’min



     Era Globalisasi sedang kita hadapi, mudahnya akses internet, baik melalui quota provider, maupun Wifi, budaya dunia masuk ke Indonesia bahkan ke dalam kamar rumah kita dengan bebasnya. Timbul kekhawatiran orang tua bagaimana cara agar anak bisa menyaring mana budaya yang baik, mana budaya yang tidak baik.

     Salah satu alat untuk menyaring budaya asing adalah melalui pendidikan agama yang baik.

Tepatnya di Hari Selasa, 25 April 2017 pada saat USMBD SDIT AL MU’MIN berlangsung tiba-tiba didatangi Ketua Pokjawas Bapak H. Dadi Suryadi dan rombongan yang merupakan Tim Monitoring Pendidikan Kemenag Jakarta Utara.


     Tujuan dari monitoring ini adalah untuk mengetahui jalannya USBN PAI di SD Negeri dan Swasta. “Alhamdulillah pelaksanaan USMBD khususnya PAI dan PKn di SDIT AL MU’MIN berjalan tertib dan lancar tidak kurang suatu apa”, dikatakan oleh Bapak H. Dadi Suryadi di sela-sela kunjungannya ke SDIT AL MU’MIN.

     “Saya sangat senang sekali dikunjungi oleh pejabat pemerintah, malah bisa membuat semangat saya dalam mengerjakan soal USMBD”, Ujar, Akeyla salah satu siswa yang saat ini duduk di Kelas VI SDIT Al Mu’min Kelapa Gading.Cn.


Tuesday, 21 March 2017

VANYA BERCITA-CITA BISA MEMBERIKAN MAHKOTA DI SYURGA KEPADA AYAH DAN IBUNDANYA


Mendidik anak sholeh atau sholelah adalah salah satu tujuan dari Orang Tua menyekolahkan anaknya. Di tengah hiruk pikuknya Kota Jakarta, ada sebuah sekolah yang mempunyai program unggulan yaitu Tasmi’ Al Qur’an. Sekolah itu bernama SDIT AL MU’MIN Kelapa Gading. Tasmi’ Al Qur’an adalah memperdengarkan Bacaan Al Qur’an dari penghafal Al Qur’an dan menyimaknya bersama-sama di suatu acara umum.

Di Tasmi’ Al Qur’an Juz 30 ini ada beberapa gelombang, yaitu gelombang pertama terdiri dari Nur Azizah, Qurrotu’aini, Ervina, Khairani Subono, Fatih Rahman Hermawan, Sarah Fadly Basri, Sahlaa Inayah, Ahmad Zainullah, Alfahri yudha Muqorrobin, Ardelia Fidela Abida, Fahmi Syurkani, Ersya Nabila, Livana Djusmaniar, Muhammad Al Fatih dan Naufal Nawwaf Haedar.


Untuk tanggal 22 Maret 2017 yang tampil adalah peserta tasmi Livana Dzusmaniar merupakan putri kedua dari Ibu Agnes DK dan Bapak Nur Rakmad. Saat ini Vanya duduk di kelas V SDIT Al Mu’min Kelapa Gading, mempunyai hobi jalan-jalan, makan nasi padang, dan cita-cita menjadi desainer yang hafal Al Qur’an 30 Juz.

Selain mempunyai cita cita yang tinggi, Livana Djusmaniar yang akrab dipanggil Vanya berpendapat bahwa Al Qur’an adalah sebuah Kitab Suci Orang Muslim yang membuat hati adem, enak dibaca dan gampang dihafalkan. Ketika ditanya apa alasan Vanya menghafalkan Al Qur’an, jawabannya sungguh luar biasa. “Aku ingin menjadi penghafal Al Qur’an dan ingin memberikan Mahkota kepada orangtuaku di syurga nanti”

Sepulang sekolah Vanya tidak banyak bermain selayaknya anak-anak lainnya, setiap sore selama 1 jam Vanya ditemani ibunya selalu membaca dan menghafalkan Al Qur’an yang disimak oleh ibundanya. “Yang biasa menemani saya menghafal Al Qur’an adalah Mam, tapi kalau papa sedang tidak berlayar, papa juga menemani saya”, ujarnya dengan bahasa anak-anak.

Vanya yang merupakan keturunan dari Padang, Jawa dan Makasar sangat senang sekali menempuh pendidikan di SDIT Al Mu’min Kelapa Gading dengan guru yang baik, ramah dan gedung yang bagus.


Vanya berharap teman-temannya juga bisa mengikuti jejaknya Menghafal Al Qur’an dengan sungguh-sungguh dan bisa mengikuti acara Tasmi’ di sekolah yang disiarkan langsung di Facebook Sekolah https://www.facebook.com/sdit.almukminkelapagading. Cn

Friday, 17 February 2017

“SUPERCAMP” SDIT AL MU’MIN PROGRAM PENDIDIKAN MENTAL YANG ISLAMI

“SUPERCAMP” SDIT AL MU’MIN PROGRAM PENDIDIKAN MENTAL YANG ISLAMI

www.sditalmukmin.blogspot.co.id
Setiap Orang Tua siswa menginginkan putra-putrinya menjadi anak yang sholeh, mandiri dan bahkan mempunyai anak yang smart. Untuk memenuhi kebutuhan orang tua tersebut, setiap sekolah membuat berbagai program untuk itu.

Sebuah sekolah di Kelapa Gading SDIT AL MU’MIN KELAPA GADING membuat program bernama supercamp, yaitu sebuah Kegiatan Belajar dan Mengajar yang di luar kelas dikombinasikan dengan kepramukaan dan religi. Supercamp di sekolah tersebut sangat unik dan selalu ditunggu-tunggu oleh peserta didik, karena selain materinya asyik, dan para mentornya pun juga baik dan bersahabat dengan anak-anak.







Supercamp yang diadakan di Taman Wisata Herbal Insani Depok ini mengajarkan peserta bagaimana bertahan hidup di alam, bekerja sama dengan orang lain, saling berbagi, menanamkan sikap peduli lingkungan dan membiasakan hidup mandiri.
Tema yang diambil panitia supercamp SDIT AL MU’MIN 2017 adalah “Dengan Supercamp menjadikan manusia yang berakhlakul karimah dan bisa mengurus diri sendiri”. Beberapa materi unik diajarkan diberikan diantaranya, tentang bagaimana cara mencuci piring, mencuci baju, menyapu, mengepel lantai, menyetrika, memasang kancing baju, membuat kopi yang enak, membuat prakarya dari barang bekas, mengepak pakaian ke dalam tas, menggoreng telor yang benar, dll.

“Meski kondisi hujan, tetapi siswa kami mampu qiyamul lail berjamaah selama kurang lebih satu jam” ujar Imam Wahyudi, S.Si selaku kepala sekolah.
“Dalam setiap acara selalu kami selipkan hiburan yang membuat anak termotivasi untuk semangat dalam mengikuti supercamp, dalam hal ini kami memberikan permainan naik rakit di kolam ikan yang telah di sediakan pihak Taman Wisata Herbal Insani, dan anak-anak sangat senang, apalagi sebagian besar mereka  memilih menceburkan diri ke kolam dan mencari ikan” dikatakan oleh Zulfikar, S.Pd selaku Sie Acara.


Bani Fadilah, S.Pd.I selaku Ketua Panitia Supercamp menyebutkan bahwa Supercamp yang diadakan pada 16-17 Februari 2017 ini rutin digelar setiap tahun dengan tujuan untuk merefresh agar keesokan harinya siswa bisa belajar dengan lebih semangat. (red Yeyen/Chandra)

Monday, 30 January 2017


SDIT AL MU'MIN KELAPA GADING SOLUSI TERBAIK MENYEKOLAHKAN ANAK DI JAKARTA

Saat-saat ini di Jakarta selain disibukkan oleh Pilkada DKI, sebagian Orang Tua sedang sibuk mencari dan memilih sekolah yang pas untuk anak-anaknya yaitu sekolah yang bisa membuat anak berakhlak mulia, rajin ibadahnya, mempunyai banyak hafalan Al Qur'an dan singkatnya bisa mencetak anak menjadi sholeh dan sholehah.

SDIT AL MU’MIN Kelapa Gading menjadi solusi terbaik dan saat ini membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2017/2018. “Pendaftaran sudah dibuka sejak 10 Januari 2016 dan akan ditutup jika sudah memenuhi kuota 2 kelas” dan tidak hanya itu kami juga menerima siswa pindahan untuk siswa kelas 2, 3, 4 dan 5” ujar Ibu Fifi selaku ketua Panitia PPDB tahun ini.

 
Kurikulum yang sangat menarik, ditambah lagi, Akreditasi A ‘93’ sudah disandang oleh SDIT AL MU’MIN pada November 2016 silam menjadikan SDIT AL MU'MIN sebagai sekolah favorit di Kelapa Gading.

Sekolah yang masuk dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu ini menjadi incaran Orang Tua Murid yang ingin anaknya bisa menhafal Al Qur’an dan terbukti muridnya tidak hanya dari seputar kelapa gading saja, tetapi dari berbagai penjuru JABODETABEK diantaranya siswanya ada yang dari Bekasi, Rawamangun, Tanjung Priok, Rorotan, bahkan setahun lalu siswa kami ada yang berasal dari Kalideres.

Tidak sulit untuk menemukan SDIT AL MU’MIN, berada dekat terminal Pulo Gadung, dekat Vespa atau dekat Pintu Satu Kelapa Gading. 

Bapak Imam Wahyudi, S.Si yang saat ini menjabat sebagai Kepala sekolah mengatakan bahwa “Visi kami adalah ’Mewujudkan generasi Idaman yang rahmatan lil ‘aalamiin” dengan target hafalan Al Qur’an di Kelas VI siswa hafal 3 Juz, sedangkan untuk ekskul ada Kidz Science Club, Futsal, Silat, Melukis, Tahfidz, 

SDIT AL MU’MIN sangat dekat dengan masjid, dan siswa sholat dhuhur bersamaan dengan jamaah umum, dan kebiasaan sholat tepat waktu diharapan akan menjadi kebiasaan baik siswa di rumah ketika mendengan adzan  baik siswa untuk sholat tepat waktu.

Pembelajaran dimulai jam 07.00 pagi diawali siswa berbaris di lapangan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian siswa memasuki masjid untuk sholat dhuha, membaca do’a ba’da dhuha, membaca Al Ma’tsurat, kemudian pembelajaran Al Qur’an dan disusul dengan pembelajaran Umum.

Tahun lalu siswa SDIT AL MU’MIN ada yang mendapat Nilai UN Matematika 100 bahkan untuk pelajaran Bahasa Indonesia dan IPA ada yang mendapat nilai 97.5.
“Fokus kami adalah mencetak peserta didik yang berakhlakul karimah” tambah Bapak Imam Wahyudi.Cn

Wednesday, 18 January 2017


SDIT AL MU'MIN KELAPA GADING 
TERAKREDITASI A 
KEMBALI MEMBUKA PENDAFTARAN SISWA BARU DAN PINDAHAN

Telah di buka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SDIT AL MU'MIN Kelapa Gading "Terakreditasi A" Tahun Pelajaran 2017-2018. Formulir bisa langsung didapatkan di SDIT AL MU'MIN di Jl. Bangun Cipta Raya  No. 16A, Kelapa Gading, pada pukul 08.00 s/d 14.00 mulai tanggal 10 Januari 2017. 
Biaya formulir Rp 450.000,00.
Terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Info lebih lanjut klik www.sditalmukmin.blogspot.co.id

Contact Person:
Bu Fifi : 0856 9248 3264
Bu Emy : 0822 9903 7128
Pak Bani : 0878 8494 1929
Telpon : 021-29745635

SEGERA DAFTAR QUOTA TERBATAS HANYA  2 KELAS 40 SISWA

Wednesday, 17 August 2016

 SBK Kelas IV : Membuat Lemari Batik dari Kertas

sditalmukmin.blogspot.co.id
Tujuan Pembelajaran
Pembelajaran ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa kepada kegiatan pertukangan mengenalkan desain motif batik.

Bahan   :
1.       Kertas Karton tebal + 3 mm atau bisa diganti menggunakan kardus tebal
2.       Lem Korea (bisa dibeli di warung atau toko peralatan kantor seharga Rp 6.000,-
3.       Cat akrilik untuk menggambar batik pada kertas

Alat        :
1.       Cutter
2.       Penggaris
3.       pensil untuk memberi titik  tanda  ukuran kertas yang akan dipotong.

Cara Membuat :
1.       Membaca basmalah.
2.       Memotong kertas menggunakan cutter dengan ukuran sebagai berikut :
a.   Kertas Karton ukuran 10,1 cm  x 20 cm sebanyak 2 lembar untuk papan        samping kanan kiri
b.      Kertas Karton ukuran 20 x 20 cm sebanyak 1 lembar untuk papan belakang
c.       Kertas Karton ukuran 13 x 20 cm sebanyak 2 lembar untuk pintu depan
d.      Kertas ukuran 13 x 20 cm sebanyak 2 lembar untuk alas dan atap lemari
e.      Kertas ukuran 20 x 1 cm sebanyak 4 lembar untuk rel pintu
f.        Kertas ukuran 2 x 2 cm sebanyak 2 lembar untuk pegangan pintu
g.       Kertas ukuran 2 x 20 cm untuk ukiran pemanis atas lemari
3.       Proses penempelan kertas.
4.       Proses pewarnaan lemari kertas dengan menggambar batik menggunakan cat akrilik 

c      Catatan : Pemotongan kertas boleh dibantu oleh Ayah atau Bunda untuk lem dan pewarnaan tidak perlu dibantu dan untuk motif batik boleh batik apa saja.Cn















Tuesday, 9 August 2016

KINI SDIT AL MU'MIN MEMILIKI AL MU'MIN KIDS LIBRARY 
PERPUSTAKAAN DI ATAS AWAN

Belajar di SDIT Al Mu'min itu sungguh sangat menyenangkan dan sangat nyaman, apalagi saat ini di sekolah kami ada Al Mu'min Kids Library sebuah perpustakaan di lantai 3 yang biasa disebut anak-anak merupakan perpustakaan di atas awan.

Lokasinya memang di lantai 3 dan untuk menuju ruang perpustakaan memang harus menempuh puluhan anak tangga, tapi ketika istirahat tiba AL MU'MIN KIDS LIBRARY selalu ramai dikunjungi oleh siswa-siswi dari kelas I sampai dengan kelas VI.

Bahkan beberapa anak yang baru saja belajar membaca senang sekali berlama-lama di perpustakaan ini.

ditunggu mampirnya di perpustakaan kami.... .Cn



 

 

Wednesday, 3 August 2016


SBK KELAS VI : CARA MEMBUAT BATIK DAN PERLENGKAPANNYA

sumber foto : www.superkidindonesia.com

Dari dulu hingga sekarang, proses pembuatan batik tidak banyak mengalami perubahan. Kegiatan membatik merupakan salah satu kegiatan tradisional yang terus dipertahankan agar tetap konsisten seperti bagaimana asalnya. Walaupun motif dan corak batik di masa kini sudah beraneka ragam, proses pembuatan batik pada dasarnya masih sama. Berikut ini adalah uraian lebih detailnya:

A. Perlengkapan Membatik

Perlengkapan membatik tidak banyak mengalami perubahan. Dilihat dari peralatan dan cara mengerjakannya, membatik dapat digolongkan sebagai suatu kerja yang bersifat tradisional.

1) Gawangan



Gawangan adalah perkakas untuk menyangkutkan dan membentangkan mori sewaktu dibatik. Gawangan terbuat dari kayu atau bambu. Gawangan harus dibuat sedemikian rupa hingga kuat, ringan, dan mudah dipindah-pindah.

2) Bandul



Bandul dibuat dari timah, kayu, atau batu yang dimasukkan ke dalam kantong. Fungsi pokok bandul adalah untuk menahan agar mori yang baru dibatik tidak mudah tergeser saat tertiup angin atau tertarik oleh si pembatik secara tidak sengaja.

3) Wajan



Wajan adalah perkakas utuk mencairkan malam. Wajan dibuat dari logam baja atau tanah liat. Wajan sebaiknya bertangkai supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa menggunakan alat lain.

4) Kompor



Kompor adalah alat untuk membuat api. Kompor yang biasa digunakan adalah kompor berbahan bakar minyak. Namun terkadang kompor ini bisa diganti dengan kompor gas kecil, anglo yang menggunakan arang, dan lain-lain. Kompor ini berfungsi sebagai perapian dan pemanas bahan-bahan yang digunakan untuk membatik.

5) Taplak



Taplak adalah kain untuk menutup paha si pembatik agar tidak terkena tetesan malam panas sewaktu canting ditiup atau waktu membatik.

6) Saringan Malam



Saringan adalah alat untuk menyaring malam panas yang memiliki banyak kotoran. Jika malam tidak disaring, kotoran dapat mengganggu aliran malam pada ujung canting. Sedangkan bila malam disaring, kotoran dapat dibuang sehingga tidak mengganggu jalannya malam pada ujung canting sewaktu digunakan untuk membatik.

Ada bermacam-macam bentuk saringan, semakin halus semakin baik karena kotoran akan semakin banyak tertinggal. Dengan demikian, malam panas akan semakin bersih dari kotoran saat digunakan untuk membatik.

7) Canting



Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan, terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya. Canting ini dipakai untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam. Saat ini, canting perlahan menggunakan bahan teflon.

8) Mori



Mori adalah bahan baku batik yang terbuat dari katun. Kualitas mori bermacam-macam dan jenisnya sangat menentukan baik buruknya kain batik yang dihasilkan. Mori yang dibutuhkan disesuaikan dengan panjang pendeknya kain yang diinginkan.

Tidak ada ukuran pasti dari panjang kain mori karena biasanya kain tersebut diukur secara tradisional. Ukuran tradisional tersebut dinamakan kacu. Kacu adalah sapu tangan, biasanya berbentuk bujur sangkar.

Jadi, yang disebut sekacu adalah ukuran persegi mori, diambil dari ukuran lebar mori tersebut. Oleh karena itu, panjang sekacu dari suatu jenis mori akan berbeda dengan panjang sekacu dari mori jenis lain.

Namun di masa kini, ukuran tersebut jarang digunakan. Orang lebih mudah menggunakan ukuran meter persegi untuk menentukan panjang dan lebar kain mori. Ukuran ini sudah berlaku secara nasional dan akhirnya memudahkan konsumen saat membeli kain batik. Cara ini dapat mengurangi kesalahpahaman dan digunakan untuk menyamakan persepsi di dalam sistem perdagangan.

9) Malam (Lilin)



Malam (lilin) adalah bahan yang dipergunakan untuk membatik. Sebenarnya malam tidak habis (hilang) karena pada akhirnya malam akan diambil kembali pada proses mbabar, proses pengerjaan dari membatik sampai batikan menjadi kain. Malam yang dipergunakan untuk membatik berbeda dengan malam (lilin) biasa. Malam untuk membatik bersifat cepat diserap kain, tetapi dapat dengan mudah lepas ketika proses pelorodan.

10) Dhingklik (Tempat Duduk)



Dhingklik (tempat duduk) adalah tempat untuk duduk pembatik. Biasanya terbuat dari bambu, kayu, plastik, atau besi. Saat ini, tempat duduk dapat dengan mudah dibeli di toko-toko.

11) Pewarna Alami



Pewarna alami adalah pewarna yang digunakan untuk membatik. Pada beberapa tempat pembatikan, pewarna alami ini masih dipertahankan, terutama kalau mereka ingin mendapatkan warna-warna yang khas, yang tidak dapat diperoleh dari warna-warna buatan. Segala sesuatu yang alami memang istimewa, dan teknologi yang canggih pun tidak bisa menyamai sesuatu yang alami.

Itulah jenis perlengkapan membatik yang harus ada. Proses membatik memerlukan waktu yang cukup lama, terlebih kalau kain yang dibatik sangat luas dan coraknya cukup rumit.

B. Proses Membatik

Di masa kini, pengusaha batik juga menyediakan pendidikan batik kilat pada anak-anak sekolah dan masyarakat umum. Yang diajarkan adalah tata cara membatik dengan benar, dan biasanya menggunakan kain selebar saputangan sebagai percobaan. Dengan demikian, proses membatik itu dapat dikerjakan hanya dalam beberapa jam dan biaya yang diperlukan pun sangat kecil. Tradisi ini sangat bagus untuk memperkenalkan proses membatik kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Berikut ini adalah proses membatik yang berurutan dari awal hingga akhir. Penamaan atau penyebutan cara kerja di tiap daerah pembatikan bisa berbeda-beda, tetapi inti yang dikerjakannya adalah sama.

1) Ngemplong



Ngemplong merupakan tahap paling awal atau pendahuluan, diawali dengan mencuci kain mori. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kanji. Kemudian dilanjutkan dengan pengeloyoran, yaitu memasukkan kain mori ke minyak jarak atau minyak kacang yang sudah ada di dalam abu merang. Kain mori dimasukkan ke dalam minyak jarak agar kain menjadi lemas, sehingga daya serap terhadap zat warna lebih tinggi.

Setelah melalui proses di atas, kain diberi kanji dan dijemur. Selanjutnya, dilakukan proses pengemplongan, yaitu kain mori dipalu untuk menghaluskan lapisan kain agar mudah dibatik.

2) Nyorek atau Memola



Nyorek atau memola adalah proses menjiplak atau membuat pola di atas kain mori dengan cara meniru pola motif yang sudah ada, atau biasa disebut dengan ngeblat. Pola biasanya dibuat di atas kertas roti terlebih dahulu, baru dijiplak sesuai pola di atas kain mori. Tahapan ini dapat dilakukan secara langsung di atas kain atau menjiplaknya dengan menggunakan pensil atau canting. Namun agar proses pewarnaan bisa berhasil dengan baik, tidak pecah, dan sempurna, maka proses batikannya perlu diulang pada sisi kain di baliknya. Proses ini disebut ganggang.

3) Mbathik



Mbathik merupakan tahap berikutnya, dengan cara menorehkan malam batik ke kain mori, dimulai dari nglowong (menggambar garis-garis di luar pola) dan isen-isen (mengisi pola dengan berbagai macam bentuk). Di dalam proses isen-isen terdapat istilah nyecek, yaitu membuat isian dalam pola yang sudah dibuat dengan cara memberi titik-titik (nitik). Ada pula istilah nruntum, yang hampir sama dengan isen-isen, tetapi lebih rumit.

4) Nembok



Nembok adalah proses menutupi bagian-bagian yang tidak boleh terkena warna dasar, dalam hal ini warna biru, dengan menggunakan malam. Bagian tersebut ditutup dengan lapisan malam yang tebal seolah-olah merupakan tembok penahan.

5) Medel



Medel adalah proses pencelupan kain yang sudah dibatik ke cairan warna secara berulang-ulang sehingga mendapatkan warna yang diinginkan.

6) Ngerok dan Mbirah



Pada proses ini, malam pada kain dikerok secara hati-hati dengan menggunakan lempengan logam, kemudian kain dibilas dengan air bersih. Setelah itu, kain diangin-anginkan.

7) Mbironi



Mbironi adalah menutupi warna biru dan isen-isen pola yang berupa cecek atau titik dengan menggunakan malam. Selain itu, ada juga proses ngrining, yaitu proses mengisi bagian yang belum diwarnai dengan motif tertentu. Biasanya, ngrining dilakukan setelah proses pewarnaan dilakukan.

8) Menyoga



Menyoga berasal dari kata soga, yaitu sejenis kayu yang digunakan untuk mendapatkan warna cokelat. Adapun caranya adalah dengan mencelupkan kain ke dalam campuran warna cokelat tersebut.

9) Nglorod



Nglorod merupakan tahapan akhir dalam proses pembuatan sehelai kain batik tulis maupun batik cap yang menggunakan perintang warna (malam). Dalam tahap ini, pembatik melepaskan seluruh malam (lilin) dengan cara memasukkan kain yang sudah cukup tua warnanya ke dalam air mendidih. Setelah diangkat, kain dibilas dengan air bersih dan kemudian diangin-arginkan hingga kering. Proses membuat batik memang cukup lama. Proses awal hingga proses akhir bisa melibatkan beberapa orang, dan penyelesaian suatu tahapan proses juga memakan waktu. Oleh karena itu, sangatlah wajar jika kain batik tulis berharga cukup tinggi.

Silakan disalin di buku tulis dan suatu ketika kita adakan praktek membuat batik, semoga kalian sukses dan sehat selalu dan bisa memakai batik karya sendiri. Pak Nas